A Brief History Of Time Chapter 1 Part 2

Masih di Chapter “Gambaran Kita Terhadap Semesta”, yang mau refresh part 1 bisa klik di A Brief History Of Time Chapter 1 Part 1. Tak bosan untuk menyampaikan pada teman-teman, jika memiliki kritik dan saran terhadap terjemahan ini, bisa dituliskan pada kolom komentar ya. Mari kita simak lanjutannya.

Sejarah Singkat Tentang Waktu (Stephen Hawking) Chapter 1 : Gambaran Kita Terhadap Semesta

Menurut Aristoteles bumi merupakan pusat tata surya, dimana matahari, bulan, planet-planet, dan bintang-bintang mengelilingi bumi. Dia percaya (dengan alasan tertentu) bahwa, bumi adalah pusat alam semesta, dan gerak orbit adalah gerakan yang sempurna. Gagasan ini dielaborasi oleh Ptolemy di abad kedua M menjadi model kosmologis yang lengkap. Bumi berdiri di tengah, dikelilingi oleh delapan bola yaitu bulan, matahari, bintang-bintang, dan lima planet yang dikenal pada saat itu, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.

Planet-planet bergerak pada orbit lebih kecil sehingga terlihat rumit. Lingkaran terluar merupakan bintang-gemintang, yang posisinya relatif tetap satu sama lain, tetapi sama-sama berotasi di langit. Yang terletak di bidang terakhir tidak pernah disebutkan  dengan jelas, yang pasti itu berada diluar jangkauan manusia.

Model Ptolemy menyediakan sistem yang cukup akurat untuk memprediksi posisi benda-benda langit. Tetapi untuk mendapat prediksi yang akurat, Ptolemy berasumsi bahwa bulan memiliki lintasan yang terkadang membuat posisinya dua kali lebih dekat ke bumi pada saat tertentu. Artinya Bulan terlihat dua kali lebih besar pada saat tersebut! Ptolemeus mengakui kelemahan ini, namun secara umum modelnya diterima. Model ini pun diadopsi gereja sebagai gambar alam semesta yang tertulis dalam alkitab, karena menyisakan banyak ruang untuk surga dan neraka.

Namun, model yang lebih sederhana diusulkan pada tahun 1514 oleh seorang pendeta Polandia, Nicholas Copernicus. (Pada awalnya, khawatir dicap sesat oleh gerejanya, Copernicus menyampaikan modelnya secara anonim.) Ia beranggapan matahari merupakan pusat tata surya dan bumi serta planet lain mengelilingi matahari. Hampir seabad lamanya, sebelum ide ini ditanggapi dengan serius. Dua astronom – Johannes Kepler (berkebangsaan Jerman), dan Galileo Galilei (berkebangsaan Itali) – mendukung teori Copernicus secara terbuka, terlepas dari kenyataan bahwa orbit yang diprediksi tidak sesuai seperti yang terlihat. Pada tahun 1609 teori Ptolemeus dan Aristoteles dipatahkan. Pada saat itu, Galileo mengamati langit malam menggunakan teknologi terbaru, teleskop. Ketika melihat planet Jupiter, Galileo mendapati bahwa terdapat beberapa satelit kecil atau bulan yang mengorbit di sekitarnya. Ini menyiratkan bahwa semuanya tidak harus mengorbit langsung ke bumi, seperti yang dinyatakan Aristoteles dan Ptolemy. (Tentu saja masih ada kemungkinan, bahwa bumi pusat alam semesta dan bahwa satelit Jupiter bergerak di jalur yang sangat rumit mengelilingi bumi, sehingga terkesan mengorbit Jupiter. Namun, teori Copernicus jauh lebih simpel.) Disaat yang bersamaan, Johannes Kepler telah memodifikasi teori Copernicus, menyatakan bahwa planet-planet bergerak bukan dalam lingkaran tetapi dalam elips (elips adalah lingkaran memanjang). Prediksi ini sesuai dengan keadaan sekarang.

Terjemahan lanjutannya bisa teman-teman klik link berikut ya

Artikel ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com dengan judul ‘’A Brief History Of Time Chapter 1 Part 2” 25.01.19

Related Post

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. A Brief History Of Time Chapter 1 Part 1 - Selaksa Kata
  2. A Brief History of Time Chapter 1 Part 3 - Selaksa Kata

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.