Sajak Egois

peacock expanding his tail during daytime

Aku tidak mau jadi manusia egois,

yang hanya memikirkan mencari uang untuk diri sendiri/keluarga. yang hanya mementingkan diri sendiri/keluarga. meski terkadang memang benar, saat kita kesulitan keluarga lah yang lebih dulu memperhatikan. jika kamu merasa seperti ini, berarti mainmu kurang jauh.

Aku tidak mau jadi manusia egois,

yang hanya berpikir untung rugi saat memutuskan melakukan sesuatu. yang hanya memikirkan, apa keuntungan bagiku jika bersedia melakukannya. yang tidak peduli pada kesulitan orang lain.

Aku sudah cukup menjadi manusia egois selama ini,

sudah cukup menjadikan hari sabtu dan minggu hanya untuk bersantai. sudah cukup terlalu sibuk memikirkan diri sendiri. sudah cukup merasa ‘repot’ dengan urusan sendiri sehingga enggan membantu orang lain.

Maka…..

Kuputuskan, untuk menjadi lebih berguna bagi orang lain. kuputuskan untuk menolong orang lain dengan hal yang kupunya. bukan uang tentu saja, bila dibandingkan dalam hal ekonomi, tentu aku jauuuh lebih dibawah dibanding mereka.

Kuputuskan, untuk lebih banyak menyedekahkan waktuku bagi mereka yang kesulitan personil dan membutuhkan bantuan. Kupikir ini hal yang paling bisa kulakukan. Tentu dengan mengharap ridho-Nya, bahwa apa yang kuberikan dapat menjadi sumbangsih bagi kesejahteraan orang lain dan bagi diriku di akhirat kelak. Terdengar seperti berlebihan ya? tapi memang itu kenyataannya. Meski tidak secara langsung.

Hasilnya….

Mereka tidak ada hubungan darah denganku, namun saat aku mengalami hal luar biasa, tentu mereka datang untuk menjenguk, mendahului orang-orang yang memiliki hubungan darah. Mereka tak segan membantuku meski aku tak mengucapkan ‘aku butuh bantuan’. Mereka berusaha selalu ada, meski tanpa kehadiran. Ah aku tak pernah berpikir mereka akan datang, bukan apa-apa, karena kutahu, jam terbang mereka luar biasa padat.

Mereka selalu menunjukkan sikap berlian pada siapapun pada kondisi apapun, yang aku selalu berusaha belajar dari mereka. Nasihat-nasihat terbaik selalu kudapatkan dari mereka.

dan akhirnya kusadari…

orang-orang tulus seperti mereka, bisa kita temukan saat kita benar-benar tulus juga kepada semua orang. orang-orang jujur pun bisa kita temukan jika kita juga sehari-hari bersikap jujur. dan orang-orang baik, bisa kita temukan bila kita juga terbiasa berbuat baik kepada semua orang.

dan kamu, akankah kamu selalu merasa paling tinggi, sehingga enggan menolong orang lain sedikit saja. akankah kamu merasa paling hebat, sesumbar kesana kemari, sehingga enggan berbagi ilmu atau bahkan sekedar kata-kata sakti seperti terima kasih, maaf dan tolong. kau tahu kan, Tuhan tak pernah tidur, selama kamu berbuat tidak baik, Tuhan akan selalu mempertemukanmu dengan orang yang sejenis. Atau katakanlah, Tuhan mempertemukanmu dengan orang baik, namun jika kamu masih angkuh, orang baik itu perlahan juga akan meninggalkanmu.

dan ingatlah, kita akan bersaksi atas segala yang kita lakukan didunia. meskipun hanya makian dalam hati, itu akan kita akui.

Sajak ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com dengan judul “Sajak Egois” 27.02.20

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.