Cara Nya Mengetuk Syukurmu

gold pen on top of Today I Am Grateful book

Peristiwa apa yang membuatmu tersadar, bahwa saat ini adalah kondisi terbaik yang Dia berikan untukmu? Belum ada atau kau yang tutup mata?

Mari dengarkan sebuah cerita, siapa tahu ini adalah cara Nya mengetuk syukurmu..

Dulu, bekerja di Rumah Sakit dan bertemu pasien merupakan kebanggaan tersendiri yang kadang membuat tinggi hati. Entah sebagai asisten perawat maupun sebagai asisten dokter, sama menyenangkan dan prestisenya. Kemudian, rasa ingin kembali sempat hinggap karena rasa bosan, hingga muncullah kasus covid.

Covid membuat semua tenaga kesehatan menjadi sangat risiko tinggi terinfeksi, harus bekerja keras bahkan dikucilkan. Mungkin kerja keras dan dikucilkan, masih kalah dengan kesedihan tak bisa merengkuh keluarga tersayang. Hanya bisa menatap dari jauh, dan tak sedikit yang akhirnya berpulang.

Sungguh, tak terbayang jika harus pisah dari keluarga. Jika harus melepas rindu tanpa bisa bertemu. Jika harus saling menguatkan tanpa bisa menggenggam tangan. dan Tuhan berkata, “Kau tidak mampu untuk itu, maka cukup lakukan yang ada didepanmu”. Tak perlu waktu lama baginya untuk tersadar, hingga ia mengucap beribu syukur. Saat ini ia memiliki kemewahan, menjaga buah hati sekaligus menekuni hobi yang digaji, di masa pandemi.

Bagaimana, masih perlu kisah lainnya?

Berada di lingkungan yang kompetisi akademiknya tinggi, membuat kita bercita-cita untuk bisa sekolah setinggi-tingginya tentu di tempat-tempat bergengsi yang ada di seluruh dunia. Satu persatu teman-temannya pergi menempuh studi magister hingga doktoral, beasiswa pastilah tentunya. Mari sebut negaranya, Belanda, Inggris, Jepang, Rusia, Italia, kau bisa mengabsen semuanya dari klub sepakbola favorit, dan teman-temannya sudah menginjakkan kaki mereka disana.

Kau pasti sudah bisa menebak, bukan. Ia ingin merasakan hal yang sama. Awalnya karena ingin mengikuti arus, ia kira perlahan waktu, semuanya akan padam. Nihil, semangat itu memaksa keluar setiap kali bersinggungan dengan ilmu kesukaannya dan saat mengikuti berbagai tes kemampuan. Benar, ia bertekad akan memulainya lagi suatu saat, menuntaskan mimpi yang tertunda, katanya. dan Negeri Matahari Terbit adalah tujuannya.

Ternyata, selustrum melapukkan semangatnya. Bukan karena terlalu lama menunggu, bukan juga karena putus asa oleh waktu. Ia tahu, ada hal berharga yang tak bisa ditukarnya dengan benda berharga apapun. Kebersamaan dengan seseorang yang dengan wajah lugu menyebutnya “terima kasi, ya ibu. aku sayaaaang ibu”.

Saat itulah Tuhan menyapanya “kuberikan dia untukmu, sayangi dan bantu dia agar memiliki semangat belajar sepertimu. berikan semua hal terbaik yang sulit kau dapatkan dulu. karena kamu pasti bisa membuat sejarah tak berulang kepadanya. sekali dia ‘menggigit’ iman dan ketaqwaan selama hidupnya, itulah kesuksesan terbesarmu. bukankah anak yang sholih/ah jauh lebih membanggaan dan melegakan hati, ketimbang anak pintar yang tak berbudi?”

Apakah kau penasaran bagaimana akhirnya? Karena memang kisah itu belum berakhir…

Semoga kesempatan berikutnya, kau yang akan menceritakan kisahmu. Karena kadang, kesenangan dunia hanya terlihat diluar, kelegaan dan bahagia hanya hatimu yang bisa menjawabnya.

Artikel ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com dengan judul “Cara Nya Mengetuk Syukurmu” 11.06.20

Related Post

1 Trackback / Pingback

  1. Cara Nya Mengetuk Syukurmu – watanabe -渡辺-

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.