Hari Bumi yang Belum Membumi

planet earth close-up photography

Tahukah kita kapan Hari Bumi diperingati? Mungkin sebagian orang tahu dan sebagian lagi tidak. Namun hanya sekedar tahu saja tidak cukup, kita harus tahu sejarah lahirnya hari bumi agar dapat berperan serta mengambil sikap dalam menjaga bumi yang kita tinggali. Hari bumi jatuh pada tanggal 22 April 1970, pada saat itu terdapat demonstrasi besar-besaran. Jutaan orang turun ke jalan dengan tujuan menyerukan pada semua orang bahwa bumi patut dijaga. Penggagas hari bumi ini merupakan seorang senator yang bernama Gaylord Nelson, ia mengemukakan idenya sejak tahun 1969. Ia menganggap bahwa isu lingkungan seharusnya dimasukkan ke dalam kurikulum perguruan tinggi, dan dukungan mulai mengalir padanya. Puncaknya terjadi pada 22 April 1970 dimana terdapat jutaan orang yang mendukung untuk menyerukan bahwa bumi harus dijaga kelestarian lingkungannya.

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa kita perlu memperingati hari bumi. Cobalah kita rasakan bagaimana iklim pada saat ini, semakin terasa panas bukan? Inilah yang disebut pemanasan global, dimana hasil penggunaan bahan bakar fosil pada kendaraan dibuang ke udara, mengumpul dan membuat efek rumah kaca. Eksploitasi hutan yang dilakukan dengan semena-mena, pembuangan limbah hasil industri yang mencemari lingkungan sekitar. Banjir melanda berbagai daerah, penyakit baru mulai bermunculan, bahkan ledakan populasi serangga yang menyerang rumah penduduk. Itu semua terjadi karena ulah manusia, dan siapa yang akan merasakan akibatnya tentunya manusia juga.

Bumi yang kita tinggali ini akan semakin “sakit” jika tidak ada yang mau merawatnya. Dimana kita akan tinggal, jika bumi ini telah rusak? Setiap manusia yang hidup pasti menginginkan tempat hidup yang layak, bersih, asri dan sehat. Agar bisa mendapatkan itu semua kita harus menjaga lingkungan. Bantulah bumi ini untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi, tidak perlu jauh-jauh dalam bertindak. Mulailah dari hal yang kecil, seperti menanam pohon di pekarangan rumah, membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang barang yang dapat digunakan lagi dan masih banyak hal kecil yang mungkin dapat kita lakukan dalam meringankan ‘penderitaan’ bumi kita.

Pada hakikatnya, hari bumi bukanlah sekedar seremonial belaka tapi impelementasi kepedulian kita terhadap bumi yang sudah terlalu lelah menanggung bebannya. Marilah jaga bumi kita dengan aksi nyata, karena kalau bukan kita siapa lagi? Dan kalau bukan dimulai dari sekarang kapan lagi?

Jaga Lingkungan, Jaya Lingkungan!

Artikel ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com dengan judul ‘’Hari Bumi yang Belum Membumi” 22.04.13

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.