Intact Puzzle

Akhir-akhir ini muncul foto/animasi terkait climate crisis di home instagram saya. Mungkin karena saya sering loved beberapa foto yang menurut saya menggugah hati, jadi keesokan hari saat membuka home, gambar-gambar terkait muncul.

Saya memang memfollow beberapa akun yang gencar kampanye tentang climate crisis/sustainable environment, diantaranya Green matters yang concern terhadap isu sustainability, foto dan info yang disajikan sangat bermanfaat. Ada juga animal equality yang concern terhadap isu peternakan/animal abuse pada hewan ternak demi menghasilkan produk dairy yang kita konsumsi sehari-hari. Ini unik, dan pikiran saya baru terbuka setelah memfollow akun ini.

Bagi sebagian orang mungkin konyol ya memikirkan tentang hewan ternak ini, tapi hey tayo, adalah kejam bila anak sapi dipisahkan dari induknya hanya agar susu sapi tersebut dapat diperah untuk kita minum. Adalah kejam, bila seekor ayam betina dipotong paruhnya, agar saat stress dia tidak menyakiti telurnya/tidak kanibal. Emangnya hewan bisa stress? Tentu saja, hewan bisa stress. Saat kandangnya tidak sesuai/berjejalan dengan yang lain. Tidak dibiarkan berlarian di halaman/ hanya mandeg saja dikandang pagi-siang-sore-malam.

Bisakah kita bertahan jika diperlakukan demikian? Mereka kan memang hewan ternak, kenapa repot-repot membandingkan dengan diri kita? Terlalu sadis cakapmuuu……ucapan ini sungguh menyakiti hati. Kita-kamu (manusia) dan mereka (hewan ternak) sama-sama makhluk hidup. Setiap makhluk hidup berhak mendapat hidup yang baik. Silahkan teman-teman cek langsung ig @animalequality untuk melihat foto real investigasi mereka. Apa peran kita untuk menghentikan/meminimalisir itu semua? kurangilah produk dairy, dan mulailah untuk lebih banyak konsumsi sayur dan buah/ kalau mau strict vegan sekalian.

Diantara ribuan foto tentang climate crisis/sustainability/greta effect/animal abuse/veganism, ternyata terselip satu postingan yang qadarullah saya klik, itu postingan dr. Zaidul Akbar (ZA) tentang jurus sehat ala Rasulullah (JSR), saya lupa postingan yang mana. Dikarenakan sifat kepoisme penasaran saya yang sangat tinggi, saya membaca satu persatu feed beliau (saking banyaknya, saya belum sampe ke postingan paling awal).

Disana saya  menemukan ilmu baru, tentang khasiat berbagai rempah indonesia. Tentu saja khasiat masing2 rempah sudah banyak buku yang menjabarkan/menjelaskan. Tetapi dari beliaulah saya mengetahui bahwa ternyata rempah bisa dibuat infused water, bisa dikombinasikan, dan benar2 rasanya unik (ini adalah hal hebat bahwa saya bisa meminum air rebusan kunyit, pekak, kayu secang dll, tanpa eneg/muntah. padahal dulu sampe parno liat kunyit, gegara dicekokin disuruh minum dan saya muntahkan supaya badan saya gemuk).

Sejak rajin baca feed beliau dan mempraktekkan infused water, banyak sekali perubahan yang saya rasakan, tentu ini pengalaman pribadi, tidak akan sama hasilnya dengan teman2 jika teman2 juga melaksanakannya. Dulu, kalau pulang kerja, energi saya sudah habis jadi cucian piring akan numpuk dll. Sekarang, pulang kerja, saya masih bisa cuci piring, masak makanan yang simpel, nyapu dan beberes sebentar tanpa ada rasa terlalu lelah. Masyaallah, Alhamdulillah.

Nah uniknya beliau (ZA) juga menyarankan agar membatasi (kalau mampu malah harus menghentikan) dairy product dan back to nature (makan karbo dari kentang, perbanyak makan sayur dan buah juga jangan lupa minum rempah). Dairy product dan hewani dibatasi/tak dikonsumsi karena menurut beliau hewan2 yang kita konsumsi saat ini sudah tidak alami. Hewan ternak sudah tidak lagi mendapatkan sinar matahari/digembala di padang rumput, karena mereka semua ada di kandang modern, dikasi makan entah pakai hormon/makanan yg tidak alami supaya mereka tumbuh besar dan bisa dipanen dalam waktu singkat.

Coba deh teman koneksikan dengan feed instagram dari animal equality, ini linear. Menurut beliau, dalam penerapan JSR, sebaiknya kita benar2 menghindari nasi putih (ganti dengan nasi coklat/merah/kentang), menghindari tepung, gula dan minyak sawit. Plus baiknya hindari/kurangi susu, keju, telur, daging. Kita juga disarankan oleh beliau untuk makan buah lokal/yang sedang musim saja. Karena kalau makan buah yg diluar musim, kemungkinan besar buahnya direkayasa/dibuat agar selalu berbuah. Padahal alaminya, ya saat musim duren ya makan duren, saat musim rambutan ya makan rambutan.

Terkait air nano dari infused water, saya memang belum paham ilmunya, belum mencari juga jurnal tentang hal itu (semoga Allah mudahkan kita untuk mendapat ilmu tersebut). Memang ada salah satu page yang membahas tentang air nano yang beliau jelaskan, dan membantah hal tersebut. Disana dijelaskan belum ada penelitian ttg rempah yg direndam/dikocok dapat menghasilkan/membuat air itu menjadi air nano. Saya doakan semoga kelak akan ada peneliti2 muslim/ah yang berakhlaq baik membuktikan manfaat dari air infused tersebut Aamiin

Artikel ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com dengan judul ‘Intact Puzzle” 23.07.19

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*