Materi 1

Urgensi Belajar Aqidah

  1. Mendekatkan diri pada Allah
  2. Agar menempuh jalan yg lurus
  3. Selamat dari jalan yg menyimpang, tidak terombang ambing dri syubhat
  4. Agar tidak salah memilih guru
  5. Untuk memperbaiki amalan, meluruskan amalan, agar amalan berkualitas baik

================================================================

MAKNA DAN PEMBAGIAN TAUHID

Muqoddimah Program Belajar Tauhid Tingkat Dasar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

MAKNA TAUHID

Tauhid (التوحيد) secara bahasa berasal dari kata (وَحَّدَهُ تَوْحِيدا) yang bermakna (جَعَلَهُ واحِداً) yaitu, “Membuat sesuatu menjadi satu atau mengesakannya.” [Lihat Al-Qamus Al-Muhith, hal. 414]

Adapun secara istilah,

إفراد الله تعالى بما يختص به من الربوبية والألوهية والأسماء والصفات

“Mengesakan Allah ta’ala dalam perkara yang merupakan kekhususan bagi-Nya, yaitu dalam rububiyyah, uluhiyyah dan asma’ wa shifaat.” [Al-Qoulul Mufid ‘ala Kitab At-Tauhid, 1/8]

PEMBAGIAN TAUHID

PERTAMA: TAUHID RUBUBIYYAH

Tauhid rububiyyah (الربوبية) berasal dari kata rabb (الرب) [Lihat Al-Qamus Al-Muhith, hal. 111].

Makna Rabb adalah,

من اجتمع فيه ثلاثة أوصاف: الخلق، والملك، والتدبير؛ فهو الخالق المالك لكل شيء المدبر لجميع الأمور

“Yang terkumpul padanya tiga sifat; penciptaan, penguasaan dan pengaturan. Maka rabb adalah pencipta yang menguasai segala sesuatu serta mengatur segala urusan.” [Tafsir Juz ‘Amma, Ibni Utsaimin rahimahullah, hal. 12]

Maka makna tauhid rububiyyah adalah,

إفراد الله عز وجل بالخلق، والملك، والتدبير

“Mengesakan Allah ‘azza wa jalla dalam penciptaan, penguasaan dan pengaturan.” [Al-Qoulul Mufid, 1/9]

Artinya adalah meyakini bahwa hanya Allah ta’ala yang mencipta, menguasai dan mengatur urusan-urusan makhluk-Nya; yang mencakup urusan kehidupan dan kematian, pengaturan rezeki, memberikan kemanfaatan dan menolak kemudharatan, dan semua perbuatan-perbuatan Allah ta’ala yang lainnya.

Sehingga definisi yang lebih singkat tauhid rububiyyah adalah,

إفراد الله بأفعاله
“Megesakan Allah -ta’ala- dalam perbuatan-perbuatan-Nya.” [Taysirul Wushul ila Tsalatsatil Ushul, hal. 48]

KEDUA: TAUHID ULUHIYAH

Tauhid uluhiyyah (الألوهية) atau ilahiyyah (الإلهية) berasal dari kata ilah (الإله) yang bermakna (المألوه) yaitu (المعبود) yang artinya, “Sesembahan yang diibadahi.” [Lihat Al-Qamus Al-Muhith, hal. 1603]

Sehingga makna tauhid uluhiyyah adalah,

إفراد الله- عز وجل- بالعبادة

“Mengesakan Allah ‘azza wa jalla dalam ibadah.” [Al-Qoulul Mufid, 1/14]

Maka wajib meyakini bahwa hanya Allah saja yang boleh disembah atau diserahkan satu bentuk ibadah, adapun semua sesembahan selain Allah adalah batil.

Oleh karena itu, tauhid uluhiyyah juga disebut tauhid ibadah (العبادة) atau ubudiyyah (العبودية) yang bermakna,

إفراد الله بأفعال العباد

“Mengesakan Allah ta’ala dalam perbuatan-perbuatan (ibadah) hamba.” [Taysirul Wushul, hal. 43]

KETIGA: TAUHID ASMA WA SHIFAT

Tauhid Asma’ wa Shifaat adalah,

إفراد الله – عز وجل – بما له من الأسماء والصفات

“Mengesakan Allah ta’ala dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya.” [Al-Qoulul Mufid, 1/16]

Maknanya secara terperinci adalah,

إفراد الله تعالى بما سمى به نفسه ووصف به نفسه في كتابه، أو على لسان رسوله صلى الله عليه وسلم وذلك بإثبات ما أثبته، ونفي ما نفاه من غير تحريف، ولا تعطيل، ومن غير تكييف، ولا تمثيل

“Mengesakan Allah ta’ala pada nama yang Dia namakan untuk diri-Nya dan sifat yang Dia sifatkan untuk diri-Nya di dalam kitab-Nya atau melalui lisan (sunnah) Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Yaitu dengan menetapkan nama dan sifat yang Dia tetapkan dan menafikan apa yang Dia nafikan.

Tanpa melakukan tahrif (penyimpangan makna atau lafaz) dan tanpa ta’thil (pengingkaran), dan tanpa melakukan takyif (menggambarkan sifat Allah ta’ala) dan tanpa tamtsil (menyerupakan sifat Allah ta’ala dengan makhluk-Nya).” [Syarhu Tsalatsatil Ushul, hal. 40]

DIANTARA DALIL TIGA MACAM TAUHID

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَٱعْبُدْهُ وَٱصْطَبِرْ لِعِبَٰدَتِهِۦ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُۥ سَمِيًّا

“Allah Rabb langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada yang serupa dengan Allah?!” [Maryam: 65]

Program Belajar Ilmu Agama Islam Tingkat Dasar

Pembina:
Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah

12012021

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*