Low Back Pain; Studi Kinetik dan Faktor Risikonya

brown and black clipboard with white spinal cord print manual

DEFINISI LOW BACK PAIN

Low Back Pain (LBP) yaitu ketidaknyamanan yang berhubungan dengan lumbal atau area sacral pada tulang belakang atau jaringan sekitarnya. (Mariam, 1987)

Low Back Pain (LBP) dapat terjadi pada siapa saja yang mempunyai masalah pada muskuloskeletal, seperti ketegangan lumbosacral akut, ketidakmampuan ligamen lumbosacral, kelemahan otot, osteoartritis, spinal stenosis, serta masalah pada sendi intervertebra, dan kaki yang tidak sama panjang. (Lucman, 1993)

 Faktor-faktor risiko penyebab Low Back Pain (LBP) 

Faktor risiko penyebab Low Back Pain dibagi menjadi empat yaitu :

Faktor Individu

  • Umur

Low Back Pain (LBP) lebih sering terjadi pada orang berumur 30 sampai 50 tahun. Rentang umur tersebut merupakan rentang umur produktif, sehingga orang-orang tersebut lebih aktif melakukan aktivitas atau pekerjaan, yang berarti lebih besar resikonya terhadap aktivitas-aktivitas yang menyebabkan Low Back Pain (LBP). Risiko Low Back Pain (LBP) atau nyeri pinggang juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya umur, karena penurunan fungsi tubuh, termasuk tulang. (http://bimaariotejo.wordpress.com/)

  • Jenis kelamin

Wanita sedikit lebih rentan terkena Low Back Pain (LBP) daripada laki-laki. Puncak kejadian Low Back Pain (LBP) adalah pada usia sekitar 50 tahun. Pada usia tersebut, wanita mulai memasuki masa menopause. Ketika wanita mengalami menopause, kepadatan tulang berkurang karena penurunan hormon esterogen. Penurunan kepadatan tulang akan meningkatkan risiko Low Back Pain (LBP). (http://kedokteran.unsoed.ac.id/)

  • Berat badan

Orang dengan berat badan yang berlebih atau obesitas akan lebih rentan terkena Low Back Pain (LBP). Berat badan yang berlebih akan memberikan beban yang lebih pula pada tubuh. Hal ini mengakibatkan beban tulang bertambah, sehingga lebih berisiko untuk terjadinya trauma dan rasa nyeri. (http://kedokteran.unsoed.ac.id/)

  • Postur tubuh

Postur tubuh menjadi faktor pendukung Low Back Pain (LBP). Kesalahan postur tubuh dapat menyebabkan kelainan, seperti skoliosis, kifosis, dan lordosis dapat menyebabkan tegang otot. Otot yang tegang dan kaku akan meningkatkan terjadinya kasus Low Back Pain (LBP). (http://buku-sakuku.blogspot.com/)

  • Pengetahuan

Pengetahuan tentang ergonomi memiliki peranan penting dalam terjadinya kasus Low Back Pain (LBP). Orang yang memiliki pengetahuan yang minim mengenai ergonomi akan lebih rentan terkena Low Back Pain (LBP). Karena rendahnya pengetahuan ini, maka orang akan melakukan aktivitas-aktivitas yang tanpa sepengetahuannya akan menjadi faktor risiko Low Back Pain (LBP). (http://www.library.upnvj.ac.id/)

Riwayat Penyakit

  • Osteoporosis

Osteoporosis menyebabkan kerapuhan tulang. Tulang yang rapuh meningkatkan resiko kesakitan pada tulang, karena tulang akan lemah dan mudah terasa nyeri atau sakit ketika diberi beban. (http://buku-sakuku.blogspot.com/)

  • Tumor

Nyeri pinggang dapat juga disebabkan oleh tumor, baik tumor jinak maupun ganas. Tumor yang terdapat di tulang belakang atau di sekitar pinggang dapat mengalami metastase atau penyebaran ke tulang pinggang. (http://www.tanyadokter.com/)

  • Gangguan ginjal

Gangguan ginjal yang sering menimbulkan nyeri pinggang antara lain infeksi ginjal, batu ginjal, dan perdarahan pada ginjal akibat trauma. Ginjal terletak di sekitar pinggang, sehingga sakit pada ginjal memiliki manifestasi pada nyeri pinggang. (http://www.tanyadokter.com/)

  • Iritasi saraf

Saraf sepanjang tulang belakang dapat mengalami iritasi karena pergeseran mekanis maupun oleh penyakit. Keadaan ini termasuk penyakit diskus lumbar (radikulopathy), gangguan tulang, peradangan saraf akibat infeksi virus, dan saraf terjepit. (http://www.tanyadokter.com/)

Faktor Perilaku

  • Merokok

Salah satu zat yang berbahaya dalam rokok adalah nikotin. Nikotin akan mengakibatkan aliran darah pada bantalan antara tulang pinggang berkurang. Aliran darah yang terhambat meningkatkan resiko terjadinya nyeri tulang. (http://bimaariotejo.wordpress.com/)

  • Duduk terlalu lama

Duduk dalam waktu lama akan mengakibatkan tulang berada dalam posisi statis dalam waktu yang lama. Posisi statis yang berarti kurangnya intensitas pergerakan tulang akan mengakibatkan tulang lebih kaku. Tulang yang kaku meningkatkan resiko pegal, nyeri, dan gangguan pada tulang. (http://bimaariotejo.wordpress.com/)

  • Membungkuk

Membungkuk akan meregangkan jarak antara tulang-tulang pinggang. Jika hal ini dilakukan dalam waktu yang lama apalagi dengan kondisi tulang yang kurang baik dapat menyebabkan cidera pada tulang atau jaringan di sekitarnya, yang akan berakibat pada nyeri pinggang. (http://bimaariotejo.wordpress.com/)

  • Mengangkat beban

Mengangkat beban terlalu berat menyebabkan tulang belakang terasa nyeri atau sakit, termasuk nyeri pinggang. Pembebanan berlebih pada tulang dapat menyebabkan cidera maupun trauma pada jaringan lunak. (http://www.kalbe.co.id/)

  • Olah raga

Olah raga dapat meningkatkan kesehatan tulang. Kurangnya olah raga atau latihan fisik akan mengakibatkan berkurangnya kualitas tulang, seperti tulang kaku dan berkurangnya massa tulang. Tulang pinggang bawah yang kaku dan rapuh akan mudah terkena Low Back Pain (LBP). (http://buku-sakuku.blogspot.com/)

Faktor Psikososial

  • Pekerjaan

Posisi yang tidak ergonomis dalam melakukan pekerjaan akan mengakibatkan gangguan-gangguan antara lain pada tulang, sehingga dapat mengakibatkan Low Back Pain (LBP). (http://www.kalbe.co.id/)

  • Stress

Stress yang terjadi baik akibat beban pikiran, pekerjaan yang terlalu berat dapat memicu stress. Stress akan menimbulkan rasa tegang pada kepala, leher, serta pinggang. Ketegangan yang terjadi pada otot maupun saraf di bagian tulang belakang bawah akan meningkatkan terjadinya nyeri pinggang. (http://www.bigbackpain.com/)

  • Depresi

Depresi dapat diakibatkan antara lain oleh stress yang terlalu berat. Ketika seseorang mengalami depresi, maka tubuhnya akan lemah dan mengalami gangguan-gangguan pada organ, antara lain kelemahan tulang, nyeri di bagian-bagian tubuh, termasuk nyeri pinggang. (http://perpustakaan.litbang.depkes.go.id/)

STUDI KINETIKA (Mekanisme Terjadinya LBP)

Pada dasarnya, mekanisme terjadinya Low Back Pain (LBP) disebabkan karena adanya stimulus nyeri yang ditambahkan dengan sensasi nyeri sehingga menyebabkan terjadinya Low Back Pain (LBP). Awalnya, stimulus nyeri tersebut akan menyentuh nosiseptor pada kulit dan organ internal tubuh. Nosiseptor merupakan ujung saraf bebas dalam kulit yang berespons hanya pada stimulus yang kuat, yang secara potensial merusak, dimana stimulus tersebut sifatnya dapat berupa kimia dan mekanik.

Stimulus mekanik dapat berupa obat-obatan yang dapat memberikan rasa nyeri atau zat kimia seperti nikotin. Nikotin akan mengakibatkan aliran darah pada bantalan antara tulang pinggang berkurang. Aliran darah yang terhambat meningkatkan resiko terjadinya nyeri tulang, sedangkan stimulus mekanik dapat berupa pengangkutan beban berat. Nosiseptor terdiri dari beberapa cabang, saat stimulus nyeri telah menyentuh nosiseptor maka salah satu cabang dari reseptor tersebut akan dikirimkan ke pembuluh darah lokal. Setelah masuk ke pembuluh darah lokal maka akan masuk ke dalam mast cellMast cell  merupakan sel yang terdiri dari beberapa jenis jaringan dan berisi banyak butiran kaya histamin dan heparin. Stimulus tersebut akan merangsang mast cell untuk melepaskan histamin. Histamin merupakan salah satu substansi  yang dapat meningkatkan transmisi atau persepsi nyeri sehingga dapat meningkatkan efek yang menimbulkan nyeri. Dengan adanya histamin tersebut maka sensasi nyeri dapat dirasakan oleh seseorang.

Sensasi nyeri tersebut kemudian akan menyentuh lengkungan tulang belakang. Akibat kondisi tersebut maka kondisi tubuh menjadi tidak stabil. Selanjutnya, batang tubuh akan berusaha membantu menstabilkan tulang belakang kembali. Untuk menstabilkan kondisi tersebut maka otot-otot abdominal dan toraks akan berkontraksi. Akibat kontraksi otot tersebut maka menyebabkan terjadinya Low Back Pain (LBP). (http://www.news-medical.net/health/)

Ini salah satu tugas kelompok, yang beranggotakan : Adistikah Aqmarina, Dina Watanabe, Indah Kusumadewi, Muhyi Nur Fitrahanefi, Nurafni Ellizhona Fajrin, Raisa Afni Afifah, Rizky Indriani.

Artikel ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com dengan judul ‘’Mengenal Low Back Pain” 18.05.14

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*