Perubahan Iklim; Cermati dan Tangani

landscape and aerial photography of icebergs on body of water during daytime

Perubahan iklim, masalah besar yang terkubur zaman. Dikarenakan isu ini hanya dianggap dongeng bagi sebagian masyarakat, bahkan ada yang mengatakanhal ini merupakan masalah yang terlalu dibesar-besarkan. Begitulah manusia, tak berhenti sampai akibat serius menimpa mereka. Pembangunan ekonomi dinilai lebih menarik daripada masalah ini. Hingga kesepakatan di Rio de Janeiro membuktikan bahwa negara –negara dunia ikut merasakan kepanikan ketika membahas perubahan iklim.

Hingga dibuatlah komitmen kepada delegasi negara saat itu untuk mengendalikan emisi yang sangat berpotensi terhadap dampak perubahan iklim yang diberi nama Protokol Kyoto. Namun tidak diboomingkan kepada masyarakat, apa yang harus dilakukan untuk mengurangi dampaknya. Peningkatan suhu bumi yang terus terjadi bergerak secara lambat namun pasti, hal inilah yang membuat siapapun menjadi lengah.

Peningkatan emisi terbesar di Indonesia, berasal dari penggundulan hutan sehingga mengakibatkan lepasnya CO2 yang disimpan pohon ke atmosfer dan juga berakibat hilangnya converter karbon. Selain penggundulan hutan, melonjaknya jumlah penduduk, mengakibatkan tingginya penggunaan bahan bakar fosil untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Adanya masalah ini, membuat Indonesia berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, yaitu tanah Indonesia yang dikelilingi oleh samudera. Sehingga bila terjadi kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub, maka dataran rendah akan mudah tenggelam.

Dengan demikian, komitmen dalam mengurangi emisi seharusnya tak hanya diwujudkan oleh pemerintah, namun para stakeholder dan juga masyarakat yang ikut berpartisipasi. Demi mewujudkan bumi yang sehat, lingkungan sehat dan ekosistem yang sehat bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

Artikel ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com dengan judul ‘’Perubahan Iklim: Cermati dan Tangani” 03.11.13. Tulisan ini sudah lama sekali, setelah mendapat tugas dari mata kuliah PIK yang ‘luar biasa’.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.