Resistensi Antibiotik: Tips Cegah dan Kontrol

assorted medication tables and capsules

Apa yang dimaksud dengan resistensi antibiotik? merupakan kondisi dimana bakteri berubah menjadi semakin kebal terhadap antibiotik. Bakteri yang sudah resisten, bila menginfeksi manusia/hewan, lebih sulit untuk disembuhkan. Hal ini dapat bermuara pada tingginya biaya kesehatan/pengobatan, masa rawat inap yang makin lama, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kematian.

Kondisi resistensi antibiotik meningkat dengan sangat mengkhawatirkan di seluruh dunia. Beberapa penyakit yang mengalami resistensi antibiotik diantaranya: pneumonia, tuberculosis, sepsis, gonorrhea, dan penyakit bawaan makanan, menjadi semakin sulit untuk diobati dan terkadang mustahil untuk diobati, karena antibiotik sudah tak efektif lagi.

Disaat antibiotik dapat dibeli bebas tanpa resep, kemunculan dan penyebaran resistensi menjadi lebih buruk. Demikian juga pada negara yang belum memiliki standar pengobatan, peresepan antibiotik menjadi over-treatment oleh tenaga kesehatan dan dokter hewan, dan konsumsi antibiotik pada masyarakat menjadi berlebihan. Tanpa adanya tindakan nyata, kita akan segera memasuki era pasca-antibiotik, dimana infeksi umum dan luka minor dapat dengan mudah membunuh kita semua.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan mengontrol resistensi antibiotik sebagai individu, diantaranya :

  • gunakan antibiotik hanya saat mendapat resep dari petugas kesehatan profesional yang memiliki sertifikasi (dengan hormat, tanpa mengecilkan pekerjaan tenaga kesehatan lain, setahu saya hanya dokter yang bisa memberi resep).
  • jangan meminta antibiotik, jika dokter anda mengatakan, anda tidak memerlukannya.
    selalu ikuti perintah dokter anda, disaat menggunakan antibiotik.
  • jangan pernah membagi atau menggunakan antibiotik dari orang lain.
  • cegahlah infeksi dengan rutin mencuci tangan, menyiapkan makanan dengan higienis, hindari kontak/bersentuhan langsung dengan orang sakit, ikuti 5 kunci keamanan makanan dari WHO (jaga kebersihan, pisahkan bahan mentah dan yang sudah matang, masak sampai makanan matang sempurna, simpan makanan pada suhu yang sesuai, gunakan bahan makanan dan air yang bersih), pilihlah makanan yang tidak menggunakan antibiotik (mungkin ini berlaku buat unggas yang disuntikin obat).

Bagaimana resistensi mempengaruhi hidup kita? Disaat infeksi tak bisa lagi diobati oleh antibiotik lini pertama, obat yang lebih mahal mesti digunakan. Lamanya durasi sakit dan pengobatan di rumah sakit misalnya, akan meningkatkan biaya perawatan yang akan menjadi beban ekonomi keluarga dan masyarakat. Resistensi antibiotik membuat prestasi pengobatan modern menjadi lebih berisiko. Transplantasi organ, kemoterapi, dan operasi seperti caesar menjadi jauh lebih berbahaya tanpa antibiotik yang efektif, untuk pencegahan dan pengobatan infeksi.

Referensi : WHO. Antibiotic Resistance. February 2018. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antibiotic-resistance

ilustrasi resistensi antibiotik
sumber: theconversation.com

Artikel ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com, dengan judul ” Tips Mencegah dan Kontrol Resistensi Antibiotik” 26.04.19

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.