Sajak; Paradoks

rectangular birthday cake

Penulis favoritku pernah mengatakan, orang jujur akan menjadi pembohong yang baik. Sempat ku cerna, mengapa? Baru ku-tahu ternyata bila orang jujur khilaf -ia berbohong- maka semua orang akan mempercayainya. Karena orang-orang tahu, ia adalah orang jujur, sehingga dapat dipercaya. Sungguh ini fatal sekali.

Agak serupa dengan pengalamanku. Namun ini bukan soal jujur-bohong. Melainkan tabiat.

Seseorang meledekku dengan mengatakan “tolong berhenti melihat hp sambil bernyanyi dan bergerak-gerak”. Lalu ibuku berkata “dia bukan tipe yang suka berjoget dan bernyanyi, apalagi lagu-lagu korea. kalau kegiatan kaku seperti menendang/memukul (tae kwon do) itu baru kebiasannya”. Aku hanya bisa tertawa.

Lihat bagaimana orang-orang tidak akan mempercayai bila aku menyukai salah satu boygrup negeri ginseng. Bahkan ibuku tidak percaya, (aku sendiri masih denial memang wkwkwk, kenapa bisa suka) kalau akhir-akhir ini aku suka melihat MV lagu kesukaanku.

Aku belajar, bahwa seseorang akan dipercaya dengan apa yang rutin dilakukannya. Bila ia melakukan hal yang berlawanan, orang-orang cenderung sulit percaya pada awalnya.

Sajak ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com dengan judul “Sajak; Paradoks” 24.03.20

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.