Taking Time [Sebuah dukungan bagi penyintas kanker] Bab II

Bab 2

Perihal Keluarga

Kanker akan mengubah hidupmu dan kehidupan orang-orang disekitarmu

  • Rutinitasmu mungkin berubah
  • Peran dan tugasmu berubah
  • Hubunganmu bisa menegang atau malah menjadi lebih kuat
  • Mungkin akan ada masalah dari asuransi atau keuangan
  • Mungkin kamu perlu tinggal bersama orang lain untuk sementara
  • Mungkin kamu butuh bantuan untuk pekerjaan rumah

Kebanyakan orang menyadari bahwa, jika pasien kanker/keluarga pasien/teman pasien curhat tentang kanker dan perasaannya, mereka merasa lebih dekat satu sama lain.

Bagaimana reaksi keluargamu terhadap kankermu, mungkin sangat tergantung pada bagaimana kamu menghadapi masa sulit di masa lalu.

Tidak semua keluarga sama. Keluargamu mungkin termasuk pasangan (suami atau istri), anak-anak dan orang tua. Atau mungkin menurutmu, keluarga adalah pasangan atau teman dekatmu. Pada buku ini, keluarga merujuk pada kamu dan orang yang kamu sayangi.

Kanker mempengaruhi seluruh keluarga, tidak hanya pasiennya. Bagaimana keluargamu menghadapi kankermu? Mungkin mereka takut atau marah, sama sepertimu.

Saat pertama kalinya kamu tahu memiliki kanker dan menjalani pengobatannya, rutinitas harianmu mungkin berubah. Contohnya, anggota keluargamu mungkin harus cuti kerja untuk bisa mengantarmu berobat. Saat ini kamu mungkin butuh seseorang yang membantumu.

Beberapa keluarga mungkin mudah untuk berbagi pengalamannya tentang kanker. Berbagi pengalaman bagaimana kanker mengubah kehidupan mereka. Tetapi ada juga yang enggan membicarakannya. Orang yang enggan membicarakannya, mungkin berusaha untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan tidak ingin berbagi mengenai perasaan mereka.

Beberapa keluarga yang bercerai, atau yang pasangannya sudah meninggal, mungkin lebih sulit untuk membicarakan soal kankernya. Seperti yang dikatakan oleh seorang wanita pengidap kanker paru : {“ Berbicara tentang kanker saya, merupakan hal yang sangat sulit pada awalnya. Saya dan suami bercerai 5 tahun lalu, jadi ibu saya harus pindah dan membantu saya mengurus anak-anak. Akhirnya, saya bisa mengatakan ke mantan suami tentang kanker saya, dan dia membantu anak kami untuk memahami kondisi. Keluarga kami telah melalui banyak hal, dan kami akan mampu melewati ini semua. Bagi saya, satu-satunya hal yang tetap dalam hidup adalah perubahan. “}

Jika keluargamu memiliki masalah tentang berbagi perasaan/curhat, mungkin kamu butuh bantuan konselor. Banyak keluarga menemukan bahwa, meskipun sulit menjalaninya, mereka lebih dekat satu sama lain saat mampu menghadapi kanker bersama-sama.

Menyesuaikan situasi barumu

Banyak keluarga memiliki kesulitan dalam perubahan peran yang dibutuhkan, saat seseorang yang disayanginya memiliki kanker.

Keuangan. Kanker dapat mengurangi jumlah uang yang harus dikeluarkan atau ditabung dalam keluarga. Jika kamu tidak dapat bekerja, orang lain dalam keluarga mungkin merasa bahwa dia yang harus bekerja. Kamu dan keluargamu mungkin butuh belajar lebih banyak tentang asuransi kesehatan dan mencari asuransi yang dibutuhkan. Kebanyakan orang cukup kesulitan mengatasi masalah keuangan.

Pengaturan hidup. Pasien kanker terkadang perlu mengubah tempat tinggal atau dengan siapa dia tinggal. Sekarang, setelah memiliki kanker, kamu mungkin perlu pindah dengan orang lain untuk menjalani pengobatan yang dibutuhkan. Ini akan sulit, karena kamu mungkin merasa kehilangan kemandirian, setidaknya untuk sementara waktu. Atau kamu mungkin perlu melakukan perjalanan jauh dari rumah ke rumah sakit. Jika harus melakukan perjalanan jauh, bawalah beberapa barang kecil, agar ada sesuatu yang akrab saat di tempat asing.

Aktivitas harian. Kamu mungkin butuh bantuan terkait urusan pembayaran tagihan, memasak makanan atau mengasuh anakmu yang masih kecil. Mintalah bantuan orang lain jika kamu merasa berat melakukan semuanya sendiri. Seorang ayah yang menjalani pengobatan kanker kolon mengatakan : {“ Saat saya pulang dari rumah sakit, saya ingin melakukan semua pekerjaan rumah, tapi saya tidak bisa melakukannya karena lelah. Rasanya sulit untuk meminta bantuan orang lain. Tapi semuanya jadi lebih mudah, saat saya menerima bantuan dari anak-anak, dan menyadari bahwa mereka berperan dalam proses pemulihan saya. “}

Carilah bantuan saat membutuhkannya

Meski saat orang lain menawarkan bantuan, penting untuk memberitahu mereka bahwa kamu masih bisa melakukan berberapa hal sendiri. Semampu yang kamu bisa, tetaplah menjalani rutinitas seperti biasa.

Namun demikian, meminta bantuan bukanlah tanda bahwa kamu lemah. Pikirkan tentang menggaji asisten rumah tangga atau relawan.

Menggaji asisten rumah tangga mungkin akan membantumu untuk :

  • Perawatan kesehatan, seperti mandi atau berpakaian
  • Mengerjakan pekerjaan rumah, seperti bersih-bersih atau belanja bahan makanan
  • Perawatan khusus, seperti memberikan makanan khusus atau pengobatan khusus

Adalah hal yang cukup membantu, bila mempelajari tentang respite care. Sama seperti dirimu yang membutuhkan waktu untuk sendiri, anggota keluargamu juga membutuhkan waktu untuk istirahat, bersenang-senang, dan melakukan keperluan pribadinya sendiri. Respite care adalah cara yang dilakukan orang untuk mendapatkan waktu yang dibutuhkan. Dalam respite care, seseorang akan datang ke rumahmu dan membantu merawatmu, disaat anggota keluargamu harus pergi/melakukan hal lain sebentar. Ceritakan pada dokter atau pekerja sosial jika kamu membutuhkan respite care. (respite care umum terjadi di Amerika).

Teman dan pasangan

{“ Dulu saya sangat takut saat mengetahui suami saya terkena kanker. Dia selalu ada untuk saya dan kami melakukan segala hal bersama. Saya takut tidak mampu menemaninya menjalani pengobatan. Saya sempat khawatir kalau dia tidak dapat sembuh. Dan saya tidak mampu untuk cerita pada suami, mengenai ketakutan saya, karena saya tidak mau dia merasa khawatir.”}

Suamimu, istrimu atau temanmu mungkin memiliki perasaan yang sama sepertimu, yaitu takut dengan kanker seperti yang kamu rasakan. Kalian mungkin akan merasa gelisah, tak berdaya, atau takut. Sangat sulit rasanya untuk dirawat oleh orang yang kamu sayangi. Orang-orang memiliki beragam reaksi terhadap kanker. Beberapa orang tidak dapat menerimanya. Sebagian orang mencoba untuk menjadi pendamping pasien kanker yang sempurna. Bahkan beberapa orang lain menolak untuk berbicara tentang kanker. Bagia mayoritas orang, memikirkan masa depan dengan kanker sangatlah menakutkan.

Jika kamu dan keluargamu bisa curhat tentang ketakutan dan apa yang kamu khawatirkan, itu sangat membantu. Kamu mungkin ingin bertemu dengan konselor yang isa membantumu dan keluargamu untuk membicarakan perasaan tersebut.

Berbagi informasi

Melibatkan pasangan dalam pemilihan metode pengobatan sangat penting. Kamu dapat konsultasi ke dokter dan mempelajari apa tipe kankermu bersama-sama. Kamu mungkin ingin mencari tahu apa gejalanya, apa pilihan pengobatannya dan efek sampingnya. Informasi ini akan membantumu dan pasanganmu dalam merencanakan masa depan.

Pasanganmu juga perlu mengetahui bagaimana cara merawat tubuh dan perasaanmu. Dan, meskipun ini hal paling sulit, kamu dan pasanganmu perlu memikirkan kedepannya, jika kamu tidak dapat bertahan dari kanker ini. Kamu mungkin membutuhkan penasihat keuangan atau pengacara.

Tetap dekat

Setiap orang memerlukan perasaan dibutuhkan dan dicintai. Selama ini kamu mungkin menjadi orang yang ‘paling kuat’ di keluargamu, tapi sekarang biarkan pasanganmu atau keluargamu yang membantumu. Ini bisa dimulai dari hal kecil seperti, membiarkan keluargamu merapikan bantalmu, membawakanmu minuman dingin atau membacakan cerita untukmu.

Merasakan dekat secara seksual pada pasanganmu juga hal penting. Saat ini kamu mungkin tidak tertarik untuk berhubungan seks, karena kamu mungkin merasa sakit, lelah atau nyeri. Tapi, saat pengobatan selesai, kamu mungkin akan tertarik. Sampai saat itu tiba, lakukan cara lain pada pasanganmu untuk menunjukkan bahwa kalian mencintai satu sama lain. Bisa dengan berpelukan atau cium pipi.

Waktunya istirahat

Pasanganmu membutuhkan waktu untuk menyeimbangkan hidupnya. Dia butuh waktu untuk melakukan hal-hal pribadinya. Pasanganmu juga butuh waktu untuk mengatur perasaannya tentang kankermu. Dan yang paling penting, semua orang butuh waktu untuk istirahat sejenak. Jika kamu tidak mau sendirian, saat pasanganmu istirahat, coba pikirkan untuk meminta teman atau saudaramu untuk menemanimu.

[Apa yang diucapkan orangtua saat malam hari, anak-anak akan membicarakannya di pagi hari. Pepatah Kenya]

Anak-anak

Meskipun anak-anakmu akan sedih dan khawatir, saat tahu kamu memiliki kanker, jangan bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Bahkan anak balita dapat merasakan saat ada sesuatu yang salah. Mereka akan melihat bahwa kamu tidak sehat atau tidak dapat menghabiskan waktu bersamanya seperti biasa. Mereka akan mengetahui bahwa kamu dijenguk banyak orang atau ada panggilan telepon dari dokter atau saat kamu harus pergi untuk pengobatan.

Mengabari anak tentang kanker

Anak seumuran 18 bulan sudah mampu berpikir tentang sekitarnya dan paham apa yang terjadi. Sangat penting untukberkata jujur dan ceritakan pada anakmu bahwa kamu sakit dan dokter sedang berusaha mengobatimu. Katakan kejujuran jauh lebih baik daripada membiarkan mereka berimajinasi yang buruk. Berikan mereka waktu untuk bertanya dan menunjukkan perasaannya. Dan jika mereka bertanya tentang hal yang tidak kamu tahu, beritahu mereka bahwa kamu akan mencari jawabannya.

Saat mengatakan pada anak, gunakan kata yang mudah dipahami mereka. Misalnya katakan ‘dokter’ bukan ‘spesialis onkologi’ atau bilang saja ‘obat’ bukan ‘kemoterapi’. Katakan pada anakmu betapa kamu menyayanginya dan sarankan beberapa hal yang bisa mereka lakukan untuk membantu perawatanmu. Berikan berbagai macam buku anak-anak yang mengisahkan tentang kanker. Dokter, perawat atau relawan bisa memberimu saran buku-buku kanker untuk anak-anak.

Beritahu orang dewasa yang ada di dekat anakmu tahu bahwa kamu kanker. Termasuk gurunya, tetangga, pelatihnya, atau saudara dekat yang menghabiskan banyak waktu bersama anakmu. Orang-orang dewasa tersebut mungkin saja dapat menjaga anakmu saat mereka beraktivitas dan juga bisa menjadi pendengar yang baik tentang perasaan mereka.

Reaksi yang mungkin ditunjukkan anak

Anak-anak dapat bereaksi tentang kanker dalam beberapa cara. Beberapa contohnya :

  • Bingung, takut atau kesepian
  • Merasa bersalah dan berpikir apa yang sudah mereka ucapkan/lakukan menyebabkan kamu kanker
  • Merasa marah saat mereka diminta tenang atau membantu lakukan pekerjaan rumah
  • Tidak fokus
  • Menjadi lebih manja
  • Mencari pelarian dengan berbuat masalah di sekolah
  • Menempelimu kemana-mana dan tidak ingin meninggalkan rumah

{“ Semua hal berubah, saat ibu terkena kanker. Aku sangat ingin selalu bersamanya, tapi aku juga ingin bermain dengan temanku. Ibu membutuhkanku untuk menjaga adikku yang masih kecil, tapi aku juga ingin sekali bermain bola dengan teman-teman seperti biasanya. “}

Orangtua yang kanker dan remaja

Saat remaja adalah saat dimana mereka ingin berpisah dari orang tua dan hidup mandiri. Saat orang tua mereka memiliki kanker, berpisah adalah hal yang sulit dilakukan. Mereka mungkin bereaksi marah, diluar kendali atau malah terjerumus masalah sebagai pelarian.

Cobalah untuk berbicara dengan anak remajamu mengenai perasaan mereka. Katakan padanya sebanyak mungkin mengenai kankermu. Tanyakan pendapat mereka dan jika memungkinkan, biarkan mereka membantumu membuat keputusan.

Anak remaja mungkin ingin berbicara dengan kerabat dekat mereka. Teman adalah sumber dukungan terbaik, khususnya teman yang memiliki anggota keluarga pengidap penyakit serius juga. Anggota keluarga lain, pelatih, guru dan ustadz juga bisa membantu. doronglah anak remajamu untuk mengatakan perasaan dan kekhawatiran mereka dengan orang terdekat dan terpercaya. Beberapa daerah memiliki grup support remaja yang orangtuanya mengidap kanker.

Apa yang anak-anak (semua umur) perlu ketahui:

Tentang Kanker

  • Kanker tidak disebabkan oleh apa yang anak-anak ucapkan/lakukan.
  • Kanker bukanlah penyakit menular. Hanya karena kamu kanker, belum tentu anggota keluargamu akan terkena.
  • Hanya karena kamu kanker, bukan berarti kamu akan meninggal karenanya. Faktanya, banyak sekali orang yang panjang umur hidup berdampingan dengan kanker mereka.
  • Para ilmuwan masih terus melakukan penelitian untuk menemukan cara terbaik menyembuhkan kanker.

Tentang kehidupan keluarga dan kanker

  • Anakmu tidak sendirian. Banyak anak-anak lain yang juga memiliki orang tua yang kanker.
  • Tidak masalah jika ada rasa khawatir, marah atau sedih tentang kankermu.
  • Anakmu tidak bisa mengubah fakta bahwa kamu kanker.
  • Anggota keluarga mungkin akan bersikap berbeda karena mereka mengkhawatirkanmu.
  • Kamu akan memastikan bahwa anakmu akan hidup dengan baik, tidak peduli apapun yang terjadi nanti.

Tentang apa yang bisa mereka lakukan

  • Anak-anak bisa membantumu seperti mencuci piring atau membuatkanmu sebuah gambar.
  • Mereka tetap harus berangkat sekolah dan ikut serta dalam kegiatan olahraga dan aktivitas menyenangkan lainnya.
  • Mereka dapat curhat ke orang dewasa lainnya, seperti guru, om tante atau ustadnya.

Anak yang sudah dewasa

Hubunganmu dengan anak yang sudah dewasa, mungkin akan berubah saat mengetahui kamu kanker. Kamu mungkin:

  • Bertanya pada mereka untuk membantu beberapa hal seperti, membuat keputusan pengobatan, membayar tagihan, atau mengurus rumah.
  • Bertanya pada mereka untuk menjelaskan beberapa info yang kamu dapatkan dari dokter, atau pergi ke dokter bersama, jadi mereka bisa mendengar apa yang dikatakan dokter.
  • Mengandalkan mereka untuk dukungan emosional. Singkatnya, kamu akan meminta mereka menjadi perantara dengan teman atau saudara lainnya.
  • Meminta mereka untuk menghabiskan waktu denganmu. Ini bisa menjadi sulit, karena mereka mungkin punya pekerjaan dan harus mengurus anaknya.
  • Kesulitan untuk menerima kenyamanan dan dukungan dari mereka.
  • Merasa canggung disaat mereka membantu mandi, atau menyuapimu makan.

Seperti seorang anak perempuan yang sudah dewasa, merawat ibunya yang kanker ovarium, berkata: [“ Ibu selalu menjadi orang yang paling tangguh dalam keluarga. Kapanpun kami membutuhkannya, kami bisa meminta bantuan padanya. Sekarang kamilah yang harus membantunya. Ini hampir sama dengan, kita jadi orangtuanya, dan dia adalah anaknya. Hal yang tersulit adalah, kita juga punya anak yang harus diurus dan pekerjaan yang tidak bisa selalu ditinggal. “}

Berbicara dengan anakmu yang sudah dewasa

Merupakan hal penting untuk membicara kankermu dengan anakmu yang sudah dewasa, meskipun mereka akan mengkhawatirkanmu. Sertakan mereka saat membicarakan mengenai pengobatanmu. Biarkan mereka tahu tentang pemikiranmu dan keinginanmu di masa depan. Mereka juga harus bersiap jika seandainya kamu tidak dapat sembuh.

Bahkan anak yang sudah dewasa juga khawatir jika orangtuanya akan meninggal. Saat mereka tahu kamu punya kanker, mereka akan menyadari betapa berharganya kamu bagi mereka. Mereka mungkin akan merasa bersalah jika tidak bisa merawatmu. Mereka akan merasa buruk jika tidak dapat menghabiskan banyak waktu denganmu, karena mungkin mereka tinggal di tempat yang jauh. Beberapa perasaan tersebut dapat menyulitkanmu untuk berbicara pada mereka.

Jika kamu merasa kesulitan berbicara dengan anakmu yang sudah dewasa, mintalah dokter untuk menyarankan konselor yangbisa membantumu.

Luangkanlah waktumu sebanyak mungkin bersama anakmu. Katakan bahwa betapa kalian sangat berarti bagi satu sama lain. Ungkapkan semua perasaanmu, tidak hanya rasa sayang tapi juga kegelisahan, kemarahan dan kesedihan. Tidak mengapa jika membicarakan hal-hal yang buruk. Akan membuatmu lebih baik, jika bisa berbagi tentang perasaanmu, daripada disembunyikan.

[Orang yang menyembunyikan kesedihan, tidak akan menemukan obatnya. Pepatah Turki]

Resiko kanker pada anak dari pasien kanker

Sekarang saat kamu memiliki kanker, anakmu mungkin bertanya-tanya tentang peluangnya untuk terkena kanker. Beberapa jenis kanker memang memiliki resiko tinggi untuk diwariskan pada anaknya. Walaupun hanya pada beberapa jenis kanker saja. Dan tubuh setiap orang berbeda. Jika khawatir, anak-anak bisa menanyakan kepada dokter mengenai resiko mereka untuk terkena kanker.

Pemeriksaan gen tertentu bisa dijadikan pilihan untuk mengetahui jika seseorang berisiko tinggi terkena kanker. Walaupun pemeriksaan tersebut bisa membantu, tetapi hasilnya tidak selalu memberikan jawaban yang dikehendaki. Ceritakan pada doktermu jika anggota keluargamu ingin mengetahui perubahan gen yang meningkatkan risiko kanker.

Dokter dapat merekomendasikan padamu ahli genetik yang terdekat. Ahli tersebut dapat membantumu untuk memberikan pilihan dan jawaban dari semua pertanyaanmu.

Orangtua

Sejak orang-orang berumur panjang, kebanyakan pasien kanker bisa tetap hidup sambil merawat orang tuanya. Contohnya, kamu mungkin hidup bersama orang tuamu, membantunya berbelanja atau membawanya ke dokter jika sakit. Bahkan kemungkinan kamu saat ini tinggal bersamanya.

Kamu bisa putuskan seberapa banyak info tentang kankermu yang ingin diceritakan ke orang tuamu. Keputusanmu akan tergantung pada seberapa baik mereka memahami dan menghadapi situasi ini. Kamu bisa menceritakannya jika kondisi orangtuamu sehat dan baik.

Sekarang, karena kamu punya kanker, kamu butuh bantuan untuk tetap merawat orangtuamu. Mungkin kamu butuh orang yang menggantikanmu disaat kamu harus mendapatkan terapi/pengobatan di rumah sakit saja. Atau bisa juga kamu mencari orang lain untuk merawat orangtuamu dalam waktu yang cukup lama selama pengobatanmu berlangsung. Bicarakan dengan anggota keluarga lainnya, teman-teman dan tenaga kesehatan yang mungkin bisa membantumu.

[Jangan lindungi dirimu dengan pagar, lindungilah dengan teman-temanmu. Pepatah Ceko]

Teman dekat

Sekali temanmu tahu kankermu, mereka mungkin akan khawatir. Beberapa orang mungkin akan bertanya, apa yang bisa mereka lakukan untukmu. Sedangkan yang lainnya mungkin bertanya-tanya bagaimana caranya agar bisa membantumu tapi tidak tahu bagaimana harus mengatakannya padamu. Kamu bisa membantu temanmu menghadapi in semua, dengan membiarkan mereka membantumu. Buatlah daftar hal-hal yang mungkin kamu butuhkan. Dengan begini, suatu saat temanmu bertanya apa yang bisa dibantu, kamu bisa memberikan daftar tersebut dan biarkan temanmu memilih salah satu yang bisa mereka lakukan.

Contoh daftar kebutuhan yang bisa kamu tuliskan :

  • Menjaga anak saat saya harus pergi pengobatan di Rumah Sakit
  • Menyiapkan makanan beku untuk masa-masa dimana saya merasa terpuruk.
  • Cantumkan nama saya disetiap doa yang kamu/ustadz ucapkan
  • Bawakan saya beberapa bahan makanan jika kamu pergi ke supermarket
  • Datanglah kerumah untuk menemani saya minum teh/kopi saat kamu punya waktu luang
  • Tolong beritahu pada teman yang bertanya, bahwa saya senang menerima telepon atau kunjungan mereka (atau beritahu teman bahwa saat ini saya tidak ingin dijenguk/ditelepon).

RANGKUMAN: Kanker dan Keluargamu

Kanker tidak hanya mengubah hidupmu, tapi juga kehidupan orang-orang disekitarmu. Ini juga berdampak pada keluarga dan teman-teman dengan cara yang berbeda.

  • Bagi beberapa keluarga, bercerita soal kanker adalah hal yang sulit dilakukan.
  • Rutinitas keluarga mungkin akan berubah
  • Peran dan tanggung jawab dalam keluarga mungkin akan berubah
  • Hubungan dengan pasangan bisa jadi lebih erat atau malah renggang
  • Masalah keuangan dan asuransi mungkin menjadi tantangan yang sulit
  • Kamu mungkin perlu pindah ke area yang dekat dengan Rumah Sakit saat harus menjalani pengobatan

Seperti yang kamu rasakan tentang kanker mengubah hidupmu dan keluargamu, pikirkan pula untuk mencari bantuan dalam mengerjakan tugas-tugas rumah.

  • Kamu mungkin butuh bantuan untuk membersihkan rumah dan memasak
  • Respite care bisa memberikan keluargamu waktu untuk beristirahat sejenak
  • Grup konseling dan dukungan bisa membantu keluargamu untuk menghadapi masalah yang timbul, belajar dari pengalaman pasien kanker lain.

Kebanyakan keluarga merasa bahwa dengan bersikap jujur, terbuka tentang kanker dan masalah yang muncul, dan terbuka tentang perasaan, bisa membantu mereka dalam menghadapi perubahan-perubahan yang disebabkan oleh kanker.

Orang yang merawatmu mungkin akan merasa terbantu dengan membaca buklet ini.

diterjemahkan dari : Taking Time

Buat yang belum membaca bagian I, bisa klik link berikut ya : Taking Time [Sebuah dukungan bagi penyintas kanker] Bab I

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*