Taking Time [Sebuah dukungan bagi penyintas kanker] Bab I

person wearing gold wedding band

Taking Time adalah sebuah buku berbahasa Inggris yang saya terjemahkan. Buku ini ditujukan bagi para survivor kanker, keluarga dan kerabatnya.

Bukan tanpa alasan, saya memilih buku ini untuk diterjemahkan. Karena terjemahan ini khusus saya tujukan untuk Ayahanda Mpi sahabat saya, yang saat ini sedang diberi ujian sakit.

Diterbitkan oleh National Cancer Institute. Dukungan bagi pasien kanker. “Menggunakan Waktu”

Buklet ini hanyalah satu dari sekian banyak buklet yang dibuat untuk pasien kanker. Dibawah ini adalah daftar hal bermanfaat yang mungkin dibutuhkan kamu dan keluargamu :

  • Kamu dan Kemoterapi
  • Menghadapi Kanker Stadium Akhir
  • Petunjuk Makanan untuk Pasien Kanker
  • Mengontrol Sakit pada Kanker
  • Kamu dan Terapi Radiasi
  • Saat Kanker Kembali
  • Saat orang yang kamu cintai menjalani pengobatan kanker
  • Saat orang yang kamu cintai memiliki kanker stadium akhir
  • Saat kakak/adikmu memiliki kanker : Pedoman untuk remaja
  • Saat orang tuamu memiliki kanker : Pedoman untuk remaja

Buklet ini tersedia online dari National Cancer Institute. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kanker yang kamu alami, atau untuk meminta buklet lainnya, kunjungi website NCI (www.cancer.gov). Kamu juga bisa telepon NCI layanan informasi kanker di nomor 1-800-4-CANCER (1800-422-6237) untuk berbicara dengan informan khusus.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih yang tulus pada para keluarga pasien kanker, tenaga kesehatan profesional, dan peneliti yang berkontribusi pada pengembangan dan review publikasi ini.”

Menggunakan Waktu

Dukungan bagi pasien kanker

Buku ini ditulis untukmu–

Orang yang memiliki kanker.

Dimana posisimu dalam tantangan ini?

Kamu mungkin baru saja mengetahui bahwa kamu memiliki kanker.

Atau, saat ini kamu sedang menjalani pengobatannya.

Pada setiap titik, kemungkinan besar kamu memiliki beragam perasaan.

Sangatlah penting untuk menerima perasaan ini dan mengetahui bagaimana berdamai dengan perasaan itu semampu kamu.

Perasaan mengenai kankermu mungkin sulit dihilangkan dalam waktu dekat.

Oleh karena itu, buku ini ditulis untukmu, tapi juga bisa berguna untuk orang-orang yang dekat denganmu. Mungkin bisa berguna bagi mereka, untuk memahamimu lebih baik, tentang apa yang sedang kamu lalui. Bahkan jika kamu tidak memiliki saudara atau jauh dari keluargamu, kamu mungkin memiliki teman yang menurutmu, bisa disebut sebagai keluarga.

Apapun arti keluarga bagimu, bagikanlah buku ini, kepada mereka yang menyeyangimu dan peduli padamu.

Pendahuluan

Kanker akan mengubah hidupmu

Miliaran orang Amerika saat ini, memiliki riwayat kanker. Bagi mereka, kanker adalah masalah kesehatan kronik (berkelanjutan), seperti penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi.

Jika kamu memiliki kanker, kamu mungkin merasakan setiap nyeri, sakit atau tanda dari penyakitnya. Bahkan meskipun itu nyeri yang sedikit, bisa membuatmu sangat khawatir. Kamu mungkin berpikir tentang kematian. Meskipun pikiran itu wajar, penting juga bagimu untuk tetap fokus pada kehidupan saat ini. Walaupun beberapa orang ada yang meninggal karena kanker, tapi ada banyak orang yang berhasil diobati. Sebagian orang lainnya, bisa hidup lebih lama. Jadi, marilah memanfaatkan hidup sebaik-baiknya saat hidup besama kanker dan pengobatannya.

Respon orang terhadap kanker beragam.

Buku ini ditulis untuk membantumu belajar dari pasien kanker lain. Banyak sekali orang yang membantu menulis buku ini – pasien kanker, keluarganya dan teman-temannya. Kamu akan melihat komentar mereka pada setiap bagian di buku. Kamu akan mengetahui bagaimana orang-orang merespon kanker, yang mungkin berguna bagimu untuk memahami perasaanmu. Dan mempelajari bagaimana menghadapi masalah khusus yang dibawa kanker, yang mungkin berguna untuk membantumu menemukan cara dalam menghadapi masalahmu saat ini.

Bagaimana menggunakan buku ini

Tidak ada dua orang yang benar-benar sama. Beberapa bab pada buku ini mungkin sesuai dengan kondisimu dan bab lainnya mungkin tidak sesuai dengan kondisimu. Bacalah bab yang menurutmu sangat berarti/bermanfaat. Bab lainnya mungkin bermanfaat dikemudian hari.

Buku ini terdiri dari 7 bab, ditambah halaman sumber pada bagian akhir buku. Setiap bab memiliki kotak “Pertama-tama baca ini”, yang akan menceritakan padamu apa yang terdapat pada bab ini. Kemudian, setiap bab akan diakhiri dengan kotak “Rangkuman”, yang akan mengulangi poin utama pada bab tersebut.

Saat kamu membaca buku ini, ingatlah, sekarang–ini semua tentangmu!

[Peribahasa Ashanti, dari Afrika : Tidak ada yang mengetahui masa depan]

Daftar Isi

  1. Perasaanmu : Mengetahui kamu memiliki kanker
  2. Perihal keluarga
  3. Membagi perasaanmu tentang kanker
  4. Berbicara dengan tim kesehatanmu
  5. Membantu sesama
  6. Berdamai dengan imej diri yang baru
  7. Menjalani kehidupan setiap hari

Sumber untuk mempelajari lebih lanjut

BAB 1

Perasaanmu : Mengetahui kamu memiliki kanker

Kamu mungkin memiliki banyak perasaan setelah mengetahui, bahwa kamu memiliki kanker. Perasaan ini bisa berubah setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menitnya.

Beberapa perasaan yang mungkin kamu alami diantaranya :

  • Berharap
  • Penyangkalan
  • Marah
  • Takut
  • Stres
  • Sakit
  • Depresi
  • Sedih
  • Merasa bersalah
  • Merasa kesepian
  • Bersyukur

Semua perasaan itu wajar.

{“Saya mendengar dokter berkata: ‘Maaf, hasil tes menunjukkan bahwa kamu kanker.’ Kemudian saya tidak mampu mendengar hal lainnya. Pikiran saya kosong, dan kemudian tetap menganggap, ‘Tidak, hasil tesnya pasti salah.’”}

Mengetahui kamu kanker, bisa membuatmu kaget. Bagaimana reaksimu? Kamu mungkin mati rasa, takut, atau marah. Kamu mungkin tidak mempercayai kata dokter. Kamu mungkin merasa sendiri, meski teman dan keluargamu ada disampingmu. Perasaan ini wajar.

Bagi beberapa orang, satu minggu pertama setelah diagnosis adalah waktu yang sangat berat. Setelah mendengar kata “kanker”, kamu mungkin jadi susah bernafas atau sulit mendengar apa yang dikatakan selanjutnya. Saat sudah sampai dirumah, kamu mungkin sulit berpikir, sulit makan dan sulit untuk tidur.

Pasien kanker dan keluarga dekatnya mengalami berbagai perasaan dan emosi. Perasaan ini bisa berubah kapan saja dan tanpa pertanda.

Pada suatu waktu, kamu mungkin:

  • Menjadi marah, takut atau khawatir
  • Tidak percaya diagnosis kanker
  • Merasa lepas kendali dan tidak mampu merawat diri sendiri
  • Menjadi sedih, merasa bersalah, atau sendirian
  • Memiliki harapan yang kuat untuk masa depan

Pada bagian ini, terlihat banyak perasaan yang datang saat seseorang mengetahui mereka memiliki kanker.

Harapan

Sekali seseorang menerima kondisi kankernya, mereka akan memiliki harapan. Ada banyak alasan kenapa demikian.

  • Pengobatan kanker bisa berhasil. Miliaran orang yang memiliki kanker, bisa hidup seperti biasa saat ini.
  • Pasien kanker dapat melakukan berbagai aktivitas seperti biasa, meskipun sedang menjalani pengobatan.
  • Peluang hidup pengidap kanker saat ini, lebih baik. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyak orang yang dapat hidup bertahun lamanya setelah pengobatan kankernya berakhir.

Beberapa dokter beranggapan bahwa harapan dapat membantu tubuh mengatasi kanker. Para peneliti sedang mencari tahu apakah harapan masa depan dan sikap positif dapat membantu pasien kanker menjadi lebih baik.

Berikut ini beberapa cara untuk membangun harapanmu :

  • Tulislah harapanmu dan bicarakan dengan orang lain.
  • Rencanakan harimu seperti biasa
  • Jangan batasi apa yang kamu sukai, hanya karena kanker
  • Lihat apa alasanmu untuk terus berharap

Kamu mungkin bisa menemukan harapan saat nberada di alam bebas, atau menemukannya dalam agama. Atau bahkan dalam cerita (seperti di dalam buku ini) tentang pasien kanker yang bisa menjalani kehidupan sehari-hari.

[Pepatah Hausa (dari Afrika): Betapapun lamanya malam, fajar pasti akan menjelang]

Penyangkalan

Saat pertama kali didagnosis kanker, kamu akan sulit percaya atau sulit menerima kenyataan. Ini disebut penyangkalan. Hal ini bisa bermanfaat karena akan memberimu waktu untuk menyesuaikan diri. Penyangkalan juga memberimu waktu untuk memiliki harapan yang lebih baik dimasa depan.

Terkadang, penyangkalan juga bisa menjadi masalah serius. Jika penyangkalan terjadi dalam waktu yang sangat lama, itu membuatmu terhalang dari pengobatan yang harus dilakukan. Penyangkalan juga bisa menjadi masalah, disaat orang lain masih menyangkal padahal kamu sudah menerimanya.

Kabar baiknya adalah mayoritas orang (pasien kanker dan keluarga yang mencintai dan menyayanginya) bekerja sama dalam melalui penyangkalan. Biasanya saat pengobatan dimulai, pasien akan mulai menerima kenyataan.

Marah

Saat kamu menerima kondisi kankermu, kamu mungkin merasa marah dan takut.

Adalah hal yang wajar jika kamu bertanya “kenapa harus saya yang kena kanker?” dan marah pada :

  • Kankermu
  • Tenaga kesehatan yang menanganimu
  • Teman dan keluargamu yang sehat walafiat

Jika kamu relijius, kamu mungkin marah pada Allah.

Marah terkadang datang dari perasaan yang sulit untuk diungkapkan- seperti rasa takut, panik, frustasi, gelisah atau tidak berdaya. Jika kamu merasa marah, jangan berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Bicaralah dengan keluarga dan teman-teman. Pada umumnya, berbicara dengan orang lain bisa membuatmu jauh lebih baik.

Takut dan khawatir

{“Kanker adalah sebuah kata yang ditakuti semua orang yang kukenal. Diagnosis penyakit yang sebagian besar ditakuti orang daripada penyakit lainnya.”}

Kamu mungkin takut saat mengetahui bahwa kamu kanker. Kamu juga mungkin mengkhawatirkan tentang :

  • Menjadi sakit, baik karena kanker maupun karena pengobatannya
  • Merasa sakit atau terlihat berbeda karena efek pengobatan
  • Siapa yang akan menjaga keluargaku
  • Bagaimana membayar semua tagihan
  • Bagaimana pekerjaanku saat ini
  • Kematian

Keluarga dan teman dekatmu mungkin juga khawatir tentang :

  • Melihatmu kecewa atau kesakitan
  • Belum mampu memberimu dukungan, cinta dan pengertian yang cukup
  • Kehilanganmu

Beberapa ketakutan tentang kanker biasanya karena cerita, rumor dan informasi lama. Kebanyakan orang merasa lebih baik saat mengetahui mengenai penyakitnya. Ketakutan mereka berkurang saat mereka mengetahui tentang kankernya dan bagaimana pengobatannya. Seperti seorang pasien kanker prostat pernah berkata : {“ Saya banyak membaca tentang kanker yang saya alami. Membayangkannya jauh lebih buruk dan menakutkan, padahal saat dijalani ternyata tidak seburuk itu. Mengetahui semua fakta kanker, membuat ketakutan saya mereda.”}

Stres

Tubuhmu mungkin bereaksi atas rasa stres dan khawatir. Kamu mungkin merasakan :

  • Jantungmu berdetak lebih cepat
  • Sakit kepala atau nyeri otot
  • Malas makan atau tidak nafsu makan
  • Merasa sakit perut atau diare
  • Merasa gemetar, lemah atau pusing
  • Tenggorokan atau dada terasa tercekat
  • Kamu sulit tidur, atau malah tidur terus
  • Kamu sulit berkonsentrasi

Ingatlah, stres membuat tubuhmu sulit melawan sakit yang kamu derita.

Kamu dapat belajar mengatur stres dengan berbagai cara, seperti :

  • Olahraga
  • Mendengarkan musik
  • Membaca buku, puisi, atau majalah
  • Melakukan hobi atau kerajinan tangan
  • Meditasi atau relaksasi, seperti tiduran dan bernafas dengan perlahan

Jika kamu merasa stres, bicarakan dengan dokter. Dokter mungkin memberikan saran untuk berbicara dengan pekerja sosial atau konselor khusus yang menangani masalah ini. Kamu juga bisa mengikuti kelas manajemen stres. Kuncinya adalah temukan cara untuk kontrol stres dan jangan biarkan dia mengontrolmu.

Sakit

Tidak semua pasien kanker mengalami sakit/nyeri, meski hampir semuanya khawatir tentang rasa sakit. Beberapa pasien kanker, tidak mengalami rasa sakit. Sebagian lain hanya merasakan sakit sekali selama masa kankernya. Rasa sakit akibat kanker hampir semuanya bisa dihilangkan. Jika kamu merasa sakit, dokter akan menyarankan beberapa cara untuk membuatmu merasa lebih baik. Beberapa diantaranya :

  • Meresepkan obat pereda nyeri yang bisa dibeli bebas
  • Memakai bantal panas atau bantal dingin
  • Relaksasi, seperti pijat atau mendengar musik
  • Imajinasi, seperti memikirkan tentang tempat yang membuatmu bahagia
  • Pengalihan, seperti menonton film, melakukan hobi, atau apapun yang membuatmu tidak memikirkan rasa sakitnya.

Ada beberapa cara untuk mengontrol rasa sakit. Dokter akan membutuhkan keterangan mengenai rasa sakitmu. Saat rasa sakit datang, secepatnya kamu harus mengatakan ke dokter. Berdamai dengan rasa sakit, juga bisa membantumu mengahadapi berbagai perasaan yang dijabarkan sebelumnya.

Saat menceritakan rasa sakitmu pada tenaga kesehatan, ceritakan juga :

  • Dimana sakitnya
  • Sakitnya seperti apa (seperti ditusuk benda tajam/benda tumpul, berdenyut, atau sakit terus-terusan)
  • Seberapa kuat rasa sakitnya
  • Berapa lama rasa sakitnya
  • Apa yang membuat sakitnya reda dan ada yang membuat sakitnya bertambah parah
  • Apa obat yang kamu minum untuk meredakan sakit, apakah membantu

[Pepatah Etiopia; Jika kamu menyembunyikan sakitmu, berarti kamu tidak berharap untuk disembuhkan]

Menceritakan rasa sakitmu

Hal paling penting untuk diingat dalam mengontrol rasa sakitmu, adalah dengan berbicara jujur pada dokter. Hanya kamu satu-satunya yang tahu bagaimana rasa sakit yang kamu hadapi. Tim dokter akan mengatur pengobatanmu dan bekerja sama denganmu bagaimana mengontrol rasa sakitmu.

Saat rasa sakit datang, tidak ada jawaban benar atau salah. Pada skala nyeri, kamu akan ditanya untuk menilai berapa skala nyeri berdasarkan angka 0 sampai 10. contohnya, kamu akan memberi nilai 0 jika tidak merasa sakit sama sekali. Dan kamu memberi angka 10 untuk rasa sakit yang teramat sangat yang pernah kamu rasakan selama hidupmu. Kamu bisa pilih nomor berapapun yang bisa mendeskripsikan rasa sakitmu.

Saat kamu menggunakan skala nyeri, pastikan untuk menyebutkan range nya. Misalkan, kamu mengatakan : hari ini rasa sakitku nilainya 7 dari skala 0-10.

Jurnal nyeri atau catatan diary nyeri adalah alat yang bisa kamu gunakan untuk mendeskripsikan sakitmu. Dengan catatan diary, kamu tidak hanya menggunakan skala angka, tapi kamu bisa menuliskan apa penyebab sakitmu dan apa yang membuatnya lebih baik.

Kontrol diri dan harga diri

Saat pertama kali mengetahui kanker, kamu mungkin merasa hidupmu sudah tidak sesuai kontrol. Hal ini karena :

  • Kamu bertanya-tanya apakah kamu akan tetap hidup
  • Rutinitas harianmu terganggu karena harus mengunjungi dokter dan menjalani pengobatan
  • Orang-orang menggunakan bahasa medis yang tidak kamu ketahui
  • Kamu merasa, tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk membuatmu nyaman
  • Kamu merasa tak berdaya dan kesepian
  • Kamu belum pernah bertemu dengan dokter yang saat ini mengobatimu

Meski kamu merasa demikian, masih ada banyak hal yang bisa kamu lakukan.

Contohnya kamu bisa :

  • Pelajari sebanyak mungkin tentang kankermu
  • Banyak bertanya ke tenaga kesehatanmu, saat kamu tidak paham apa yang mereka bicarakan
  • Lihat segala hal diluar kankermu. Banyak pasien kanker merasa lebih baik saat mereka tetap sibuk. Kamu mungkin bisa tetap bekerja, meski harus berdampingan dengan jadwal pengobatan dan ke dokter. Kamu juga bisa tetap menjalankan hobi seperti membaca, membuat kerajinan atau mendengar musik.

Seperti yang dikatakan oleh seorang pasien kanker wanita : { saat merasa lebih baik, saya bisa menemukan hobi baru untuk kreativitas saya. Saya selalu berjanji pada diri sendiri bahwa suatu hari saya akan mengambil kursus fotografi. Memiliki hobi baru membantu saya merasa lebih baik tentang hal lain yang ada di hidup saya}

Kesedihan dan depresi

Banyak pasien kanker merasa sedih dan depresi. Ini adalah respon wajar, saat menghadapi penyakit serius. Saat depresi, kamu mungkin hanya memiliki sedikit energi, merasa lelah, dan tidak mau makan.

Depresi kadang menjadi masalah serius. Jika perasaan sedih dan putus asa mengambil alih hidupmu, kamu mungkin sedang depresi. Kotak pada halaman berikutnya berisi daftar tanda dari depresi. Biarkan tim kesehatanmu tahu, jika kamu mengalami satu atau lebih tanda itu.

[Hadapkanlah wajahmu ke matahari dan bayangan gelap akan jatuh ke belakangmu. Pepatah Maori]

Tanda awal depresi

Kenali tandanya yang mungkin kamu alami :

  • Perasaan yang membuatmu tak berdaya, atau hidup rasanya tidak berarti lagi
  • Tidak tertarik berbaur dengan keluarga atau temanmu
  • Tidak tertarik pada hobi atau aktivitas yang kamu sukai
  • Hilang selera makan
  • Menangis sepanjang waktu, atau beberapa kali dalam sehari
  • Gangguan tidur, sulit tidur atau tidur terus
  • Perubaha level energi
  • Berulang kali berpikir tentang mati, termasuk membuat rencana untuk bunuh diri.

Depresi bisa disembuhkan. Dokter mungkin akan merespkan pengobatan. Dia juga akan menyarankan untuk berbicara dengan konselor.

Rasa bersalah

Banyak pasien kanker merasa bersalah. Contohnya, kamu mungkin menyalahkan dirimu sendiri karena membuat keluargamu sedih/kecewa. Kamu mungkin khawatir akan menjadi beban bagi keluarga, baik secara emosional maupun finansial. Atau kamu mungkin iri dengan kesehatan orang lain dan merasa malu dengan perasaan ini. Kamu bahkan mungkin menyalahkan diri sendiri atas pilihan gaya hidup yang bisa menyebabkan kankermu.

Semua perasaan itu wajar. Seorang pasien kanker ovarium berkata : { Saat saya merasa bersalah karena apa yang saya kerjakan membuat saya mengidap kanker ini, saya jadi berpikir tentang bagaimana anak-anak kecil mendapatkan penyakit kanker. Itu membuat saya sadar, bahwa kanker bisa terjadi pada siapa saja. Kanker ini bukanlah kesalahan saya.}

Keluarga dan teman-temanmu mungkin juga merasa bersalah karena :

  • Mereka sehat, sedangkan kamu sakit dan kamu melalui banyak hal yang tidak nyaman
  • Mereka tidak mampu menolongmu, padahal mereka sangat ingin melakukannya
  • Mereka merasa stres dan menjadi kurang sabar

Mereka mungkin juga merasa bersalah, saat mereka berpikir belum mampu memberikanmu perhatian dan pengertian sebanyak kamu butuhkan.

Konseling dan grup dukungan kanker dapat membantu perasaan bersalah semacam ini. Biarkan dokter atau suster tahu jika kamu, atau keluargamu ingin berbicara dengan pasien kanker atau keluarga pasien dengan kanker sejenis.

[Berbagi kebahagiaan akan membuatmu mendapatkan kebahagiaan yang berlipat ganda; sedangkan berbagi kesedihan akan meringankan kesedihan itu sendiri. Pepatah Swedia]

Kesepian

Pasien kanker terkadang merasa kesepian atau seperti ada jarak dengan orang lainnya. Kamu mungkin akan melihat bahwa temanmu mungkin sulit menerima kondisimu (tidak tega) dan enggan mengunjungi. Beberapa orang mungkin tidak lagi bisa diajak bertelepon. Kamu mungkin sedih tidak bisa lagi melanjutkan hobimu. Dan terkadang, meskipun teman dan keluarga ada di sekitarmu, kamu mungkin merasa tidak ada orang yang memahami apa yang sedang kamu jalani saat ini.

Kamu mungkin akan merasa lebih baik saat bertemu dengan pasien kanker lainnya. Banyak orang merasa lebih baik saat bergabung dengan grup dukungan dan berbicara dengan sesama pengidap kanker.

Tidak semua orang mau untuk bergabung di grup dukungan tersebut. Beberapa ada yang memilih curhat hanya dengan satu orang. Kamu mungkin merasa baikan jika berbicara dengan teman dekat atau keluarga, atau konselor atau pemuka agama dan lainnya.

Rasa syukur

{ Saya memiliki hari yang sangat buruk, tapi tahukah kamu, saya tidak membicarakan itu atau fokus pada yang buruknya. Saya lebih memilih memikirkan hal baik saja. Saya memiliki waktu yang sangat menyenangkan dengan cucu-cucu, saat ke gereja dan saat bersama temen-teman. }

Beberapa orang memandang kanker mereka sebagai “panggilan kesadaran”. Mereka menyadari pentingnya menikmati hal-hal kecil dalam hidup. Mereka mengunjungi tempat yang belum pernah mereka kunjungi selama ini. Mereka mulai menyelesaikan pekerjaan yang selama ini tertunda. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga. Mereka juga memperbaiki hubungan yang telah rusak.

Hal itu sulit pada awalnya, tapi kamu dapat menemukan kebahagiaan dalam hidupmu. Catatlah apa saja yang membuatmu bahagia. Perhatikan hal yang membuatmu nyaman setiap hari. Karena hal itu mungkin adalah hal sepele seperti, minum kopi pagi hari, duduk bersama hewan peliharaan, atau berbincang dengan teman. Hal kecil seperti itulah yang bisa membuatmu nyaman dan bersyukur.

Kamu juga bisa melakukan hal yang sangat berarti bagimuj. Setiap orang memiliki hal spesial, entah itu kecil atau besar, yang membuat seseorang merasa hidupnya berarti. Bagimu, mungkin dengan mengunjungi taman kota. Mungkin juga dengan beribadah di tempat tertentu. Atau bisa juga dengan bermain golf bersama orang yang kamu sayangi. Apapun pilihanmu, rangkullah hal-hal yang membuatmu bahagia atau bersyukur selama kamu bisa.

Rangkuman : Mengetahui kankermu

Kamu akan mengalami banyak perasaan, selama belajar hidup dengan kanker. Perasaan ini bisa berubah dari waktu ke waktu.

Perasaan penyangkalan, marah, stres, gelisah, depresi, sedih, merasa bersalah dan kesepian adalah hal wajar. Begitupula dengan perasaan penuh harap. Meskipun tidak ada yang ceria sepanjang waktu, harapan adalah bagian normal dan positif dari pengalaman kankermu.

diterjemahkan dari : Taking Time

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*