Triclosan, Agen Pembunuh Kuman

woman checking labels

Halo teman-teman semua, akhirnya jumpa lagi. Setelah seminggu berkutat dengan seserahan nikah, dan memadamkan semangat membara terkait kesehatan finansial dengan banyak kepo artikel2 yang bertebaran (saya awam sekali, dan tiba2 semangat pengen tahu hehe). Alhamdulillah kali ini mau merangkum berbagai informasi seputar triclosan yang umumnya jadi bahan aktif untuk membunuh kuman yang terdapat pada sabun/hand sanitizer dan produk harian lain.

Saya salah satu penyuka sabun antibakteri, karena di iklan sering digadang bahwa sabun kesehatan tertentu mengandung bahan aktif (salah satunya triclosan, biasa disingkat TCS) yang sangat ampuh melindungi dari kuman, bahkan lebih ampuh dari sabun biasa. Benarkah demikian?

Dilansir pada laman National Public Radio, FDA menyampaikan bahwa, masyarakat tak perlu menggunakan sabun antibakteri, bahkan beberapa dari mereka justru berbahaya. Namun pelarangan ini hanya ditujukan bagi produk konsumsi (untuk Rumah Tangga), bukan untuk sabun antibakteri yang dipakai di tempat layanan kesehatan/layanan makanan. FDA memberi waktu 1 tahun bagi para produsen untuk menghilangkan triclosan, triclocarban dan 17 bahan lain dari produk mereka. Ada beberapa produsen yang menggantinya dengan benzalkonium chloride, benzethonium chloride atau chloroxylenol (PCMX). Lagi-lagi FDA memberi waktu bagi produsen untuk menyediakan data mengenai keamanan dan efektivitas bahan tersebut.1

Terdapat beberapa bahan yang dilarang penggunannya dalam sabun antibakteri diantaranya1 :

1. Triclosan

2. Triclocarban

3. Cloflucarban

4. Fluorosalan

5. Hexachlorophene

6. Hexylresorcinol

7. Iodine complex (ammonium ether sulfate, polyoxyethylene sorbitan monolaurate)

8. Iodine complex (phosphate ester of alkylaryloxy polyethylene glycol)

9. Nonylphenoxypholy (ethyleneoxy) ethanoliodine)

10. Poloxamer-iodine complex

11. Povidone-iodine 5 sampai 10 persen

12. Undecoylium chloride iodine complex

13. Methylbenzethonium chloride

14. Phenol (lebih dari 1.5 persen)

15. Phenol (kurang dari 1.5 persen) 16

16. Secondary amyltricresols

17. Sodium oxychlorosene

18. Tribromsalam

19. Triple dye

Menurut FDA, alasan mengapa penggunaan sabun antibakteri yang mengandung triclosan di layanan kesehatan tidak dilarang, karena petugas menggunakannya untuk mencegah resiko dari infeksi serius dalam tindakan operasi. Dengan demikian, bukan berarti kita juga harus menggunakannya di dapur dan kamar mandi kita. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan TCS secara luas (TCS pada sabun cair, triclocarban pada sabun batang) dapat mengarah pada perkembangan bakteri yang resisten terhadap antibiotic, beberapa studi juga menunjukkan bahwa pajanan pada bahan tersebut dapat mengganggu siklus hormone pada hewan percobaan, meski belum diketahui apakah apakah dapat berefek sama pada manusia.2

Beberapa studi jangka pendek pada hewan percobaan, menunjukkan bahwa pajanan TCS pada dosis tinggi berhubungan dengan menurunnya hormone tiroid, tetapi belum diketahui efeknya pada manusia. Beberapa studi lain, meningkatkan kemungkinan bahwa pajanan TCS berkontribusi kebalnya bakteri terhadap antibiotic. Beberapa penelitian yang sedang berjalan diantaranya menyelidiki potensi kanker kulit karena pajanan TCS dalam jangka Panjang pada hewan, dan menyelidiki potensi rusaknya TCS menjadi bahan kimia lain saat terpapar sinar UV.3

Salah satu perwakilan produsen produk konsumsi, menyatakn bahwa sudah mengirimkan data lengkap ke FDA yang menunjukkan bahwa sabun antibakteri membunuh kuman lebih efektif daripada sabun biasa. Dr. Glatt, merupakan eksekutif vice president Mercy Medical Center di Rockville Centre, sekaligus pembicara dari Infectious Disease Society of Amerika, menanggapi bahwa adanya risiko dan sedikitnya bukti manfaat dari sabun antibakteri, masuk akal jika kita skip saja penggunaan sabun antibakteri ini. Kita tidak tahu resikonya, belum tahu benar-benar manfaatnya, maka ambil saja jalan yang paling aman.2

Sampai saat ini, saya masih nyari-nyari produk sabun (dan consumer product lain termasuk kosmetik yaa) yang bebas dari bahan-bahan tersebut diatas. Dulu saat masih single, belanja itu menyenangkan banget dan syahdu wkwkwk. Karena saya bisa membaca habis semua komposisi produk yang dipajang di etalase. Seru bangget. Tapi sekarang, agak sulit berlama-lama di supermarket karena kalau belanja pasti bertiga (full team). Diantara teman-teman yang memiliki kesamaan dengan saya, boleh memberikan rekomendasi produk yang (saat ini saya menghindari produk berparaben (beserta turunannya), dan bahan-bahan diatas) dipakai saat ini. Akhirul kalam, semoga apa yang kita usahakan (meminimalisir bahan kimia yang tak memiliki dampak positif) bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Referensi :

1. Alison Kodjak. FDA Bans 19 Chemicals Used in Antibacterial Soap. September 2016

2. Nancy Shute. FDA Asks for Proof That Antibacterial Soaps Protect Health. Desember 2013.

3. FDA. 5 Things to Know About Triclosan. Desember. 2017.

Artikel ini sebelumnya tayang di wattanabe.wordpress.com, dengan judul ” Triclosan” 25.04.19

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*